Kamis, 01 Agustus 2013

Pendidikan Oh Pendidikan

Ibu, anaknya kenapa tidak di sekolahkan?

"Buat apa sih sekolah...paling juga nanti  cuma jadi pengangguran"

"Gimana mau sekolah, wong buat uang makan aja susah"

Statement diatas merupakan contoh hal yang sering kita temui ketika kita bertanya ke masyarakat terutama yang anak-anak nya putus sekolah.

Yap, pendidikan memang masih belum bisa menjadi hal yang benar-benar bisa dipercaya sepenuhnya oleh sebagian rakyat Indonesia.

Dan itu lah yang harus kita perbaiki. Kita? Ya kita. Seluruh pemuda bangsa Indonesia.

Sangat banyak anak-anak di Indonesia masih belum bisa mengeyam dunia pendidikan, dan yang juga masih ada yang menerima pendidikan dengan keterbatasan fasilitas.

Hal itu saya temukan dan saya lihat sendiri di Surabaya, tepatnya di daerah tambak wedi (sekitar jembatan suramadu).
Di daerah sana ada sekolah bernama SDN Tambak Wedi, sekilas memang sama saja dengan sekolah lainnya. Begitu kesan saya ketika pertama kali datang kesana.

Tp ternyata disana ada yang namanya kelas KLK atau RR, salah satu program pemerintah daerah yang di khusus kan untuk anak-anak yang kurang mampu dari segi finansial maupun kompetensi.

Anak-anak yang sekolah di kelas RR itu memang berbeda dengan kelas reguler, mulai dari jumlah murid, tempat, belajar, dan waktu belajarnya.

Anak-anak disana kelas nya agak terpisah sendiri dengan kelas reguler, bahkan teradang harus belajar di sebuah 'gubuk' yang berdiri diatas empang.
Untuk jam sekolahnya, mereka mulai masuk dari sekitar pukul 10.00 - 12.00
Dan hanya terdiri dari 15-18 anak di kelas tersebut.

Hanya saja permasalahannya, dari jam belajar yang hanya 2 jam, apakah anak-anak bisa mendapatkan kualitas belajar yang sama baiknya dengan yang di kelas reguler? Apakah itu cukup adil?

Tp terlepas dari it semua beruntunglah mereka masih tetap bantuan untuk pendidikan dari pemerintah, melalui program nya.

Namun, hal lain yg ada cukup miris disana adalah, kebanyakan dari mereka putus sekolah karena memang keterbatasan secara finansial. Bahkan ada orang tua mereka yang justru menyuruh anak nya membantu kerja daripada sekolah.

Sedih, tapi memang seperti tu lah kenyataan yang banyak terjadi di Indonesia.
Dan masalah ekonomi-pendidikan memang seperti sudah menjadi lingkaran setan.
Tidak punya uang - Tidak sekolah - Tidak punya pekerjaan - Tidak punya uang - Tidak sekolah - .... -
Seperti itulah terus menerus, mesikipun memang tidak bisa di pungkiri banyak yang mampu keluar dari lingkaran itu dan sukses.

Tapi satu hal yang pasti, anak-anak itu punya cita-cita. Mereka punya impian yang jangan sampai gagal hanya karena masalah finansial.

"Dokter"

"Pilot"

"Pemain sepakbola"

....

Setiaap warga negara berhak untuk mengenyam pendidikan dan hidup yang layak. Dan setiap orang pun berhak memiliki mimpi untuk mengubah hidup nya. :)

Berikut ada beberapa foto ketika kami (HMMT FTI-ITS) memberikan bantuan pengjaran disana melalui program HMMT Mengajar.


-Ini tempat belajarnya-





Jangan biarkan keterbatasan membatasi impian besar mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar