Apa isinya?
Rabu, 16 Agustus 2017
Pukul 4 Pagi
=================================
Pukul 4 Pagi
Tidak ada yang bisa diajak berbincang.
Dari jendela kau lihat bintang-bintang sudah lama tanggal.
Lampu-lampu kata bagai kalimat selamat tinggal.
Kau rasakan seseorang di kejauhan menggeliat dalam dirimu.
Kau berdoa: semoga kesedihan memperlakukan mata nya dengan baik.
Kadang-kadang, kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang.
Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, maka yang datang kemudian hanya akan menyentuh kemungkinan-kemungkinan.
Dirimu tidak pernah utuh.
Sementara kesunyian adalah buah yang menolak dikupas
Jika kau coba mengupas kulitnya, hanya akan kau temukan kesunyian yang lebih besar.
Pukul 4 pagi. Kau butuh kopi segelas lagi.
-Aan Masyur, Tidak Ada New York Hari Ini
Minggu, 29 September 2013
Wisuda 107 #LatePost
Maaf baru sempet buat ngepost.
Mengucapkan selamat dan semoga sukses untuk mas dan mbak wisudawan/ti, yang lulus pada wisuda ke-107 ITS. :)
LORONG MARS
VENCEREMOS ... VENCEREMOS ... VENCEREMOS !!!
Kamis, 01 Agustus 2013
Pendidikan Oh Pendidikan
Ibu, anaknya kenapa tidak di sekolahkan?
"Buat apa sih sekolah...paling juga nanti cuma jadi pengangguran"
"Gimana mau sekolah, wong buat uang makan aja susah"
Statement diatas merupakan contoh hal yang sering kita temui ketika kita bertanya ke masyarakat terutama yang anak-anak nya putus sekolah.
Yap, pendidikan memang masih belum bisa menjadi hal yang benar-benar bisa dipercaya sepenuhnya oleh sebagian rakyat Indonesia.
Dan itu lah yang harus kita perbaiki. Kita? Ya kita. Seluruh pemuda bangsa Indonesia.
Sangat banyak anak-anak di Indonesia masih belum bisa mengeyam dunia pendidikan, dan yang juga masih ada yang menerima pendidikan dengan keterbatasan fasilitas.
Hal itu saya temukan dan saya lihat sendiri di Surabaya, tepatnya di daerah tambak wedi (sekitar jembatan suramadu).
Di daerah sana ada sekolah bernama SDN Tambak Wedi, sekilas memang sama saja dengan sekolah lainnya. Begitu kesan saya ketika pertama kali datang kesana.
Tp ternyata disana ada yang namanya kelas KLK atau RR, salah satu program pemerintah daerah yang di khusus kan untuk anak-anak yang kurang mampu dari segi finansial maupun kompetensi.
Anak-anak yang sekolah di kelas RR itu memang berbeda dengan kelas reguler, mulai dari jumlah murid, tempat, belajar, dan waktu belajarnya.
Anak-anak disana kelas nya agak terpisah sendiri dengan kelas reguler, bahkan teradang harus belajar di sebuah 'gubuk' yang berdiri diatas empang.
Untuk jam sekolahnya, mereka mulai masuk dari sekitar pukul 10.00 - 12.00
Dan hanya terdiri dari 15-18 anak di kelas tersebut.
Hanya saja permasalahannya, dari jam belajar yang hanya 2 jam, apakah anak-anak bisa mendapatkan kualitas belajar yang sama baiknya dengan yang di kelas reguler? Apakah itu cukup adil?
Tp terlepas dari it semua beruntunglah mereka masih tetap bantuan untuk pendidikan dari pemerintah, melalui program nya.
Namun, hal lain yg ada cukup miris disana adalah, kebanyakan dari mereka putus sekolah karena memang keterbatasan secara finansial. Bahkan ada orang tua mereka yang justru menyuruh anak nya membantu kerja daripada sekolah.
Sedih, tapi memang seperti tu lah kenyataan yang banyak terjadi di Indonesia.
Dan masalah ekonomi-pendidikan memang seperti sudah menjadi lingkaran setan.
Tidak punya uang - Tidak sekolah - Tidak punya pekerjaan - Tidak punya uang - Tidak sekolah - .... -
Seperti itulah terus menerus, mesikipun memang tidak bisa di pungkiri banyak yang mampu keluar dari lingkaran itu dan sukses.
Tapi satu hal yang pasti, anak-anak itu punya cita-cita. Mereka punya impian yang jangan sampai gagal hanya karena masalah finansial.
"Dokter"
"Pilot"
"Pemain sepakbola"
....
Setiaap warga negara berhak untuk mengenyam pendidikan dan hidup yang layak. Dan setiap orang pun berhak memiliki mimpi untuk mengubah hidup nya. :)
Berikut ada beberapa foto ketika kami (HMMT FTI-ITS) memberikan bantuan pengjaran disana melalui program HMMT Mengajar.
-Ini tempat belajarnya-
Selasa, 23 Juli 2013
Selamat Hari Anak Nasional
Selamat Hari Anak Nasional untuk para generasi terbaik bangsa ini.
Tidak ada lagi kekerasan.
Tidak ada lagi ekploitasi.
Tidak ada lagi penjualan terhadap kami.
Biarkan kami berkembang.
Kami ingin belajar.
Kami ingin bermain.
Kami ingin bersenang-senang.
Kami tidak ingin kehilangan masa-masa itu.
Kami tidak ingin kehilangan canda dan tawa diantara kami.
Tidak ada lagi kekerasan.
Tidak ada lagi ekploitasi.
Tidak ada lagi penjualan terhadap kami.
Biarkan kami berkembang.
Kami ingin belajar.
Kami ingin bermain.
Kami ingin bersenang-senang.
Kami tidak ingin kehilangan masa-masa itu.
Kami tidak ingin kehilangan canda dan tawa diantara kami.
Tolong jangan renggut itu semua dari kami
Senin, 22 Juli 2013
Satu Harapan, Satu Cinta, untuk TIMNAS Indonesia
Belakangan ini ada fenomena yang menarik di dunia pesepakbolaan Indonesia. Yap, banyak tim-tim dunia terutama dari Liga Premier Inggris yang datang ke Indonesia untuk menjalani Tur Pra-musim.
terhitung sudah ada 3 tim liga primer yang datang dan akan datang, ada Arsenal, Liverpool dan Chelsea yang akan tiba minggu depan.
Banyak manfaat yang harusnya kita dapat dari kedatangan tim elit eropa ini, tentunya untuk Timas Indonesia dan untuk sepakbola Indonesia.
Pengalaman berharga harusnya bisa didapat oleh pemain-pemain Timnas Indonesia yang berujicoba dengan tm-tim eropa tersebut.
Namun kalau menurut saya, pertandingan uji coba semacam ini harusnya lebih di fokuskan untuk timas junior kita. Sehingga bisa terbentuk Timnas yang lebih baik untuk kedepannya. Memang tidak ada salahnya timas senior di turunkan, namun saya melihat itu hanya bermanfaat secara jangka pendek saja.
Itu sekedar opini dari saya pribadi saja.
Kalau kita lihat dari dua kunjungan yang sudah terlaksana, yaitu dari Liverpool dan Arsenal.
Di pertandingan pertama, melawan Arsenal Timnas kita di cukur habis 0-7 oleh Arsenal.
Ini cukup memalukan memang, tapi saya tetap bangga dengan Timnas. Pada pertandingan itu jelas bukan kemampuan sesungguhnya yg dimiliki oleh timnas kita. Tidak ada semangat, tidak ada motivasi lebih dari para Garuda.
Kemudian di pertandingan uji coba selanjutnya melawan Liverpool, Indonesia tampil jauh lebih baik. Lebih bisa mengimbangi, lebih terlihat usaha nya, lebih menunjukan semangat merahputih. Terlepas dari kekalahan 0-2 yang memang menurut saya wajar karena secara kualitas teknik, pengalaman, atau faktor lainnya yang memang Liverpool jauh diatas Timnas kita.
Dan semoga, di uji coba melawan Chelsea dan ujicoba-ujicoba selanjutnya, Timnas bisa lebih baik.
Dan kabar baik nya adalah, yang melawan Chelsea nanti adalah para Garuda Muda, Timnas U-23. Semoga bisa memberikan yang terbaik.
Terlepas dari hal-hal yang sudah disampaikan diatas, selama berlangsungnya berbagai ujicoba Timnas ini (setidaknya dalam 2 pertandingan awal), ada hal lain yang juga menarik perhatian. Stadion Utama Gelora Bung Karno tampak menjadi lautan merah.
Hal yang belakangan mulai langka terjadi.
Namun, penuh nya SUGBK ini tidak lain karena di dominasi oleh penonton yang mengenaikan baju Tiim Kesayangannya (Arsenal atau Liverpool). Hanya sebagian kecil yang mengenakan kaos Timnas Indonesia.
Bukan hanya masalah itu, bahkan sebagian besar ikut bersorak kegirangan saat tim kesayangannya mencetak gol, yang artinya gawang Timnas yang di jaga Kurnia Meiga berhasil di bobol.
Entah seperti apa cara terbaik untuk menanggapi hal semacam ini, namun saya tidak mengatakan bahwasannya suporter Indoensia sudah tidak memiliki rasa bangga terhadap Timnas nya. Tapi yang pasti, Timnas masih butuh dukungan dari Rakyat Indonesia untuk terus maju dan berprestasi.
Semoga sedikit tulisan dari saya ini bisa bermanfaat. Paling tidak untuk mengisi waktu luang pembacanya :)
Maju terus timnas Indonesia, Maju terus sepakbola Indonesia.
Kami tunggu prestasimu :)
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)















